BRMP Kepri Tancap Gas! Kegiatan T.A. 2026 Mulai Dimatangkan
Tanjungpinang - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau melaksanakan Seminar Proposal Kegiatan Tahun Anggaran 2026 hari Rabu (15/04) sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan program kerja dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian serta dukungan DIPA BRMP Kepri.
Sebelum memasuki pemaparan kegiatan, Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono menyampaikan arahan terkait hasil rapat pusat bersama Menteri Pertanian yang menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program melalui penderasan informasi kepada seluruh tim pelaksana. Dalam arahannya, beliau juga menegaskan target strategis yang harus dicapai, yaitu Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 100%, Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) 100%, serta realisasi anggaran minimal 95% sebagai indikator kinerja utama yang harus dipenuhi.
Dalam kegiatan ini, dibahas tiga program utama yang menjadi fokus pengembangan, yaitu: 1). Produksi benih sumber bawang merah spesifik lokasi dengan target sebesar 350 kg, yang dipaparkan oleh Jonri Suhendra Sitompul, selaku penanggung jawab kegiatan; 2). Produksi benih sumber padi spesifik lokasi dengan target sebesar 3 ton, yang dipaparkan oleh Firsta Anugerah Sariri, selaku penanggung jawab kegiatan; 3).Kajian pengembangan padi sistem Arkansas (PM-AAS) sebagai bagian dari penerapan pertanian modern, yang dipaparkan oleh Apriyani Nur Sariffudin dan penanggung jawab kegiatan yakni Gokma Ampetua Siregar.
Ketiga program tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian benih, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mempercepat adopsi teknologi pertanian di wilayah Kepulauan Riau.
Kegiatan seminar ini dimoderatori oleh Zulfawilman, serta menghadirkan lima orang pembahas, yaitu Rudi Hartono; Sahrul Hadi Nasution; Astrid Fransisca; Agusrizal; dan Melli Fitriani, yang memberikan berbagai masukan konstruktif terhadap rencana kegiatan yang dipaparkan.
Seminar ini juga menjadi ruang diskusi aktif antara tim pelaksana dan para pembahas, dengan berbagai masukan yang berfokus pada aspek teknis dan metodologi, pemilihan varietas unggul, sistem monitoring dan evaluasi, kesesuaian perencanaan dan anggaran, akuntabilitas, serta dampak output kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh program yang direncanakan dapat diimplementasikan secara optimal guna mewujudkan pertanian yang maju, adaptif, dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.